Keuangan

Cara Cek Pinjol Legal Atau Ilegal

Arief mengatakan selama ini, ia selalu meminjam uang dari perusahaan pinjol yang legal, memastikan bahwa perusahaan tersebut terdaftar di OJK sebelum mengajukan pinjaman. Tingkat bunga, denda keterlambatan, jangka waktu penagihan, dan total dana yang harus dikembalikan pun tidak memiliki batas. Dalam kata lain, nasabah pinjol ilegal akan selalu dihantui oleh debt collector hingga tagihan berhasil dilunasi seluruhnya.

Karena beroperasi secara ilegar, fintech ilegal tidak menerangkan dengan jelas data mengenai alamat kantor dan call center untuk pengaduan konsumen. Nantinya jika Anda menghadapi masalah Anda akan kesusahan untuk menyampaikan komplain Anda. Satriya memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Trisakti, Jakarta, jurusan Manajemen. Beliau mempunyai karir cemerlang sebagai Direktur di beberapa perusahaan konsultan bisnis yang berkecimpung di bidang risk management dan Manajemen Informasi Teknologi dengan klien-kiennya baik dari perbankan maupun dari perusahaan jasa keuangan lainnya.

Maraknya kebutuhan pinjaman dana online selama pandemi Covid-19 membuat perusahaan fintech menjamur. Masyarakat pun menjadi bingung untuk mencari pinjaman uang yang bisa dicicil karena tak mengetahui fintech mana saja yang tergolong legal maupun yang ilegal. Salah satu ciri fintech lending ilegal adalah bunga yang tinggi, jangka waktu peminjaman cenderung pendek, dan meminta semua akses data kontak untuk mengintimidasi saat menagih. Pinjaman online izin OJK menawarkan kemudahan kredit tanpa jaminan, cukup KTP saja, tanpa DP, tanpa kartu kredit dan dicairkan cepat dalam 24 jam. Apa tips mengajukan pinjaman online agar tidak membebani dan aman ?

Kami tidak bertanggung jawab atas website/oknum yang mengklaim sebagai penyelenggara jasa keuangan diluar website/aplikasi/platform Resmi Pinjamindo. Terdapat lima kegiatan dalam Fintech Days 2019, yakni OJK goes to campus, media visit, radio talk show, seminar nasional, dan pameran penyelenggara pinjaman daring. Pada 3-4 September, AFPI menyelenggarakan pameran di Big Mall Samarinda yang diikuti 59 perusahaan penyelenggara pinjaman daring.

Selanjutnya, jika dalam kurun waktu tersebut nasabah tak kunjung melunasi tagihan, pihak fintech berhak untuk melaporkannya ke PUSDAFIL agar dimasukkan ke dalam daftar hitam dan mencabut hak nasabah untuk mengajukan pinjaman apapun di waktu mendatang. Sesuai dengan ketentuan dari OJK dan AFPI, tingkat bunga yang dibebankan oleh pinjaman online terdaftar hanya berkisar 0,05 sampai 0,8 persen saja per hari. Mengenai nominal dana yang harus dikembalikan akibat beban bunga dan denda, nasabah hanya perlu mengembalikan dana maksimal 100% dari pinjaman pokoknya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button